Aman Dan Meriah Pertunjukan Wayang Kulit Dalang Ki Cahyo Kuntadi pada HUT Ke-455 Kabupaten Madiun

TERASKATA.COM,Madiun– Berlangsung meriah dan aman sekali perhelatan Wayang Kulit semalam suntuk dalam rangka HUT ke-455 Kabupaten Madiun yang berlangsung di halaman Pendopo Ronggo Djumeno, Aloon-aloon Reksapati,, Caruban. Senin, (24/7/23) malam.

Acara pagelaran wayang kulit ini diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan dimainkan oleh dalang kondang asal Surakarta Ki Cahyo Kuntadi dengan mengambil lakon “Wahyu Katentreman” dengan bintang tamu Sinden Cantik Ellisa Orcarus Allaso dan Cak Yudho Cs.

Tampak hadir Bupati Madiun H. Ahmad Dawami beserta istri, Wakil Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, Kapolres Madiun AKBP. Anton Prasetyo, Danrem 081/DSJ Kol. Sugiyono, Danlanud Iswahyudi Marsma TNI Watum, para Mantan Bupati Madiun periode sebelumya : Bambang Koesbandono, S. Kadiyono, Djunaedi Mahendra, H. Muhtarom, Para Anggota DPRD Kabupaten Madiun, Para OPD, Para Camat dan Kades/Lurah di Kabupaten Madiun serta masyarakat Madiun dan sekitarnya

Dalam laporannya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Madiun Soedjiono, mengatakan pelaksanaan pagelaran seni wayang kulit malam ini bertujuan :

  1. Untuk melestarikan seni budaya bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai pesan moral yang luhur.
  2. Untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri kepada generasi muda.
  3. Media sosialisasi kebijakan Pemerintah Daerah dan promosi potensi Daerah
  4. Mengangkat potensi seni budaya daerah guna mewujudkan ketahan budaya.

Sumber dana penyelenggaraan wayang kulit ini dibiayai dari APBD Kabupaten Madiun Tahun 2023 dengan Kode Rekening 2.22.02.2.01 pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun.

Lebih lanjut Soedjiono mengatakan Lakon “Wahyu Kantemtreman” mengajarkan kita semua hendaknya berupaya menciptakan suasana tenang, aman dan tentram, tidak muda percaya pada isu-isu yang tidak jelas sumbernya dan selalu bersyukur kepada Tuhan YME yang telah memberikan nikmat kepada kita dan khusunya kepada Pemerintah Kabupaten Madiun yang saat ini memperingati hari jadi ke 455.

Sementara itu Bupati Madiun dalam sambutanya sebelum menyerahkan Wayang kepada Dalang Ki Cahyo Kuntadi sebagai tanda dimulai pertunjukkan mengatakan pada acara penyerahan piagam dan dana pembinaan bagi pemenang lomba mulai tingkat SD dan SMP di Kabupaten Madiun ke atas podium agar mudah-mudahan yang punya cita-cita nanti segera bisa terkabul.

“Ini tadi sengaja yang menerima-menerima hadiah kita naikkan semua, kita ajak semua agar nantinya cita-cita terkabul. Ada Pak Danlanud juga ngasihkan, Pak Kapolres juga ngasihkan, Pak Dandim, Pak Wakil Bupati juga. Kabupaten Madiun ini sangat luar biasa, periode kali ini pun Pak panglima TNI orang desa tapi bisa jadi Panglima TNI, mudah-mudahan generasi berikutnya akan menyusul juga dari Madiun. Pak Menko juga dari Madiun, mudah-mudahan nanti terus ada menteri panglima yang dari Kabupaten Madiun dan itu sesuatu yang memang harus kita persiapkan,” ungkap Bupati Madiun.

“Bapak Ibu semuanya pertama saya ucapkan terima kasih terima kasih seluruh capaian yang diraih oleh Pemerintah Kabupaten Madiun ini adalah upaya kita bersama-sama. Bagaimana birokrasinya itu responsif, masyarakatnya itu partisipatif, partisipatif itu sregep (rajin) gotong-royong. Kabupaten Madiun Ini punya kita semuanya yang wajib menjaga adalah kita semuanya. Dan minta doa semuanya, semoga Kabupaten Madiun bisa aman mandiri sejahtera dan berakhlak.. Amiin2.
Dan seluruh masyarakat Kabupaten Madiun semuanya yang hadir dan yang melihat secara daring mudah-mudahan diberi rezeki yang halal,” pungkas Kaji Mbing panggilan akrab Bupati Madiun.

Selanjutnya Bupati menyerahkan secara simbolis wayang kepada Ki Cahyo Kuntadi sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit.
Lakon Wahyu Katenteraman :
“Suatu kekuatan untuk menentramkan masyarakat agar bekerja secara gotong-royong, mengembangkan ketentraman bagi rakyat untuk melenyapkan pageblug (masa dimana banyak wabah penyakit menular) yang melandanya.
Semar sebagai perantara turunnya wahyu mendapat petunjuk agar Wahyu dapat diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan penuh kedamaian”.
(SR)

Komentar