Bau Dugaan Korupsi dari Ulah Oknum PDAM Kota Kediri, Kejari Larang Wartawan Buat Berita

TERASKATA.COM,Kediri – Bau tak sedap muncul di Perumda Air Minum Tirta Dhaha Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kediri. Diduga akibat ulah beberapa oknum pejabat di perusahaan daerah tersebut, melakukan tindak pidana korupsi senilai miliaran rupiah.

Berdasarkan informasi dan data yang diperoleh Teraskata, pada tahun 2021 PDAM Perumda Air Minum Tirta Dhaha Kota Kediri mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 2.220.663.000 untuk pengadaan dan pemasangan jaringan pipa distribusi di berbagai titik.

Hanya saja, proses pelaksanaanya disinyalir tidak hanya di kerjakan sendiri dengan sistem secara swakelola, tapi juga dikerjakan secara asal-asalan alias asal jadi mark up volume. Proyek tersebut, tidak menutup kemungkinan kualitasnya jauh dari nilai standar.

Adapun proyek pengadaan dan pemasangan jaringan pipa distribusi yang diduga dikerjakan asal-asalan pada tahun 2021, berada di sejumlah titik. Diantaraya berada di perumahan gading raya permai 2 Kelurahan Manisrenggo, perumahan zahra Kelurahan Pakunden, perumahan crlaview Jalan Teratai Kelurahan Ngampel, Jalan Sawah Besar, Jalan Raya Harmoni di Kelurahan Manisrenggo Kecamatan Kota Kediri.

Berdasarkan rencana anggaran belanja (RAB), terindikasi ada item-item yang akan dilakukan pemindahan tanah, seperti penggalian, pemadatan atau penimbunan, materi pasir dan pengawasan pada pipa. Namun, kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan.

Bahkan, dugaan tindak pidana korupsi di PDAM perumda air minum tirta dhaha Kota Kediri telah dilaporkan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) LPKSM INPROF dengan bukti surat yang diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri pada Kamis 12 Oktober 2023 lalu.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PDAM Perumda Tirta Dhaha Kota Kediri, Yani Setiawan menyatakan, ada selisih antara rencana anggaran belanja (RAB) PDAM 2021 yang bernilai ratusan juta dengan data yang telah diadukan oleh masyarakat ke Kejari Kota Kediri, sehingga tercipta persepsi yang salah.

Komentar