FPMN Gelar Aksi Damai di Depan BPN, Ini Hasil Diskusi Bersama Kakantah Nganjuk

lanjut Suyadi mengatakan bahwa dirinya menyadari akhirnya balik lagi menyampaikan ke pihak Pemdes namun di sisi lain Kades sulit ditemui, dan kebetulan tidak pernah aktif dikantor Desa, hingga 1 tahun.

“Kami itu datang lagi ke BPN pada tahun 2021 namun tidak memberikan jawaban yang pas, sekitar bulan November, akhirnya pada saat itu kami mau menggelar aksi, setelah kita mau aksi difasilitasi dari kepolisian, dari intelkam, bahkan Kabag Ops dulu juga ikut dan muncul kesimpulan tentang permohonan FPMN supaya BPN mensosialisasikan program PTSL,” ucap Suyadi.

Masih tetap bersama Suyadi berkata, Pemdes kok diam saja kalau ada program PTSL apakah tidak tahu, bahkan Forpimcam Kecamatan Patianrowo tidak memberitakan program tersebut.

“Saya rasa ini kurangnya sosialisasi akhirnya Pemdes tidak tahu, dan yang salah adalah BPN Nganjuk, karena seharusnya BPN sebagai pelaksana dari Pemerintah, mensosialisasikan adanya program PTSL kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nganjuk, hingga semua masyarakat tahu, namun kenyataannya Pemdes Ngepung khususnya, Kecamatan Patianrowo pada umumnya, justru kami dari FPMN yang mengusulkan,” papar Suyadi.

Suyadi menjelaskan setalah adanya sosialisasi, dan banyak yang hadir pada saat itu dan berpengalaman, ada juga yang dari Surabaya, ternyata yang dibutuhkan masyarakat sangat mudah.

“Ternyata hanya dengan pengajuan permohonan melalui formulir, namun pada saat itu pihak BPN tidak mau ngasih formulir, hingga beberapa kali kami datang kesini termasuk aksi pada zamannya Pak Masduki yang akhirnya mau ngasih formulir, tapi kami pas mau pulang lupa karena pada saat itu sudah senang dan gembira, namun lagi-lagi ketika kita tanyakan jawabannya formulir via online, hingga kami datang ke Jakarta menghadap Pak Dirjen kebetulan mau menghadap Pak Jokowi ada acara di Surabaya,” jelas Suyadi.

Sementara Kakantah BPN Nganjuk Yeri Agung Nugroho mengucapkan terima kasih atas penyampaian informasi tentang upaya untuk mendapatkan program PTSL mulai tahun 2019 hingga saat ini.

“Sebetulnya kalau kita bicara tentang program PTSL ini, sebenarnya saya menjabat disini sejak 15 Juni 2022, namun setelah dilantik, karena banyaknya aktivitas yang padat sehingga baru dapat berdialog bersama FPMN, dan saya mengapresiasi usaha FPMN mengawal program PTSL,” ucap Yeri Agung Nugroho yang biasa disapa akrab dipanggil Yeri

.

Komentar