Pemerintah Kabupaten Kediri, lanjut Adi Suwignyo, meminta maaf kepada masyarakat, pelaku usaha UMKM yang menantikan adanya panggung hiburan di malam pergantian tahun 2023.
Tidak diadakannya kegiatan hiburan itu tak dipungkiri dapat menimbulkan banyak persepsi di masyarakat. Diharapkan masyarakat dapat memahami langkah Pemerintah Kabupaten Kediri tidak menggelar kegiatan hiburan di malam pergantian tahun ini.
“Banyak pertimbangan tidak digelarnya acara hiburan ini, termasuk juga kita mempertimbangkan masalah keamanan,” imbuhnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Kediri Edy Suprapto menambahkan, berdasarkan analisa BMKG, Kabupaten Kediri masuk dalam wilayah di Jawa Timur yang masih cukup signifikan berpotensi terjadi cuaca ekstrem.
“Kita tetap mengimbau masyarakat untuk waspada, dan mengikuti petunjuk dari pemerintah maupun BMKG,” pesannya.
Disebutkan, bencana longsoran batu besar di Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan meski tidak ada korban jiwa, kejadian itu mengakibatkan kerusakan rumah warga. Berkaca dari kejadian itu, kembali ditegaskan Edy, masyarakat diharap tetap waspada dengan ancaman bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. (Mad).
Komentar