TULUNGAGUNG – Sebuah unggahan di kanal Story WhatsApp milik Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, mendadak menjadi sorotan tajam publik. Unggahan tersebut mengungkap tabir kelam di balik perawatan hewan-hewan di lingkup Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso yang dinilai sangat memprihatinkan.
Dalam video tersebut, tampak seorang ibu bersama anaknya sedang memberi makan rusa-rusa di pendopo. Namun, perhatian warganet justru tertuju pada keterangan tertulis sang Bupati yang bernada geram sekaligus pilu.
Ironisnya, kondisi memprihatinkan ini terungkap berawal dari kepolosan cucu Bupati yang masih berusia 3 tahun. Saat berkunjung, sang cucu spontan melontarkan kalimat yang menyayat hati,
”Mam, hewannya kok kurus-kurus?”
Pernyataan lugu tersebut disusul dengan permintaan sang anak untuk membelikan wortel demi memberi makan rusa-rusa yang tampak kelaparan tersebut.
Hal ini menjadi tamparan keras bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pemeliharaan hewan di kediaman resmi orang nomor satu di Tulungagung tersebut.
Puncak kemarahan Bupati Gatut Sunu meledak saat ia membeberkan besaran anggaran yang selama ini dialokasikan. Ia menegaskan bahwa pemerintah kabupaten telah menyiapkan dana yang sangat mencukupi untuk pakan hewan setiap harinya.
”Mana hati dan perasaanmu kawan? Anggaran sudah aku sediakan dan anggarkan tiap hari Rp600.000,- untuk makanan hewan-hewan itu, tetapi kondisinya masih memprihatinkan!” tulis Gatut Sunu dalam unggahan tersebut. Kamis, (26/3/2026).
Dengan asumsi anggaran tersebut, dalam sebulan setidaknya tersedia sekitar Rp18.000.000,- hanya untuk urusan perut para rusa. Kontrasnya kondisi fisik hewan dengan besarnya nominal uang yang digelontorkan kini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait pengelolaan anggaran di internal pendopo.
Hingga saat ini, unggahan tersebut terus menuai simpati sekaligus kecaman dari warga. Publik kini menunggu langkah tegas Bupati untuk mengusut tuntas dugaan kelalaian atau bahkan potensi penyimpangan yang menyebabkan hewan-hewan tersebut terlantar di tengah limpahan anggaran. (Agus)






Komentar