Miris, Pemuda Ini Tega Ancam Bunuh Ibunya Dengan Sebilah Parang

TERASKATA.COM,Tulungagung – Seorang pemuda berinisial MAK (21) asal Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung terpaksa diamankan petugas kepolisian. Hal ini karena ia diduga melakukan pengancaman membunuh terhadap ibu kandungnya sendiri.

“Saat ini, pemuda berinisial MAK masih diamankan petugas di Mapolsek Rejotangan,” terang Kapolres Tulungagung melalui Kasihumas Polres Tulungagung Iptu Mujiatno.

Dijelaskannya, perbuatan MAK dilaporkan ibunya pada Senin 16 Oktober 2023 kemarin usai melempar dengan batu dan mengancam ibunya yang dilakukan beberapa kali.

Dan menurut keterangan kakak dan ibu terduga pelaku, pada Sabtu 23 September 2023 lalu sekira pukul 17.00 WIB juga telah berselisih dengan kakak kandungnya dengan mengacungkan sebuah linggis sambil mengatakan “Tak Pecah Ndasmu Karo Iki (saya pecah kepalamu dengan ini (sebuah linggis) yang kemudian berhasil dilerai ibunya.

Kemudian, pada Senin 2 Oktober 2023, sekira pukul 10.00 WIB, MAK kembali minta dibelikan motor dan uang kepada ibunya sambil mengacungkan sebuah sabit.

“Bukan hanya sekali saja, MAK berkali kali minta dibelikan motor PCX namun oleh ibunya tak dibelikan bahkan
pernah juga meminta uang untuk beli rokok sambil menyelipkan pisau dipinggangnya,” tambahnya.

Perbuatan tersebut bahkan terulang lagi pada esoknya pada Selasa 10 Oktober 2023, sekira pukul 10.00 WIB, dimana MAK kembali meminta uang lagi dengan mengacungkan gergaji sambil mendesak ibunya untuk memberinya uang.

Tidak berhenti sampai di situ, lanjut Kasi Humas, keesokan harinya lagi, pada Rabu 11 Oktober 2023, MAK kembali meminta uang lagi kepada ibunya dan diberi Rp 20.000 namun MAK tetap meminta uang terus.

“Karena jengkel, akhirnya ibunya menyiram terlapor dengan air comberan.
MAK lantas lari sambil melempari ibunya dengan menggunakan batu kerikil sebanyak 3 kali hingga mengenai mata kanan ibunya yang menyebabkan luka lebam,” lanjutnya.

Aksi tersebut bukannya terhenti, pada Kamis 12 Oktober 2023, sekira pukul 09.30 WIB, saat ibunya di dapur, MAK dengan membawa sebatang kayu jenis mahoni tetap meminta ibunya agar membelikan motor tapi oleh ibunya tidak dipenuhi permintaan tersebut.

“Dengan sikap kecewa, MAK memukul pintu dapur dengan kayu dan kemudian ibunya lari keruang tamu, MAK sambil mengacungkan senjata tajam jenis parang atau golok terus mengamuk sambil mengancam ibunya,” jelasnya.

Bahkan kejadian berlanjut, MAK merebut tas milik ibunya yang dikira berisi uang hingga terjadi tarik menarik.

“Setelah tas berhasil lepas ibunya melarikan diri namun dikejar oleh MAK yang saat itu mengacungkan parang.

Atas kejadian tersebut, akhirnya sang ibu melapor ke Mapolsek Rejotangan dan langsung ditindaklanjuti oleh anggota dengan mengamankan MAK.

Selain itu, petugas Polsek Rejotangan juga mengamankan barang bukti berupa sebuah sajam jenis parang dengan panjang bilah 25 cm dan panjang pegangan 12 cm, 1 buah kayu jenis mahoni dengan panjang 70 cm dan diameter 5 cm, 4 buah batu kerikil.

“Atas perbuatannya, MAK yang telah ditetapkan sebagai tersangka juga akan dijerat dengan pasal 44 ayat (1) UU nomor 23 Tahun 2004 Yo pasal 2 ayat (1) UU darurat nomor 12 tahun 1951,” tutupnya.(Agus)

Komentar