Peringati Hari Lahir Pancasila, Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Hadapi Tantangan Era Digital dengan Nilai Luhur

TULUNGAGUNG – Apel Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Tulungagung, Selasa (2/6/2026), Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengajak seluruh elemen masyarakat Tulungagung untuk berkolaborasi menghadapi tantangan global.

Menurutnya, momen peringatan ini sekaligus menjadi wadah refleksi atas tiga peristiwa penting bangsa, yaitu Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, serta Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga masyarakat Tulungagung. Ia menilai, semangat Pancasila dan jiwa kebangsaan yang dimiliki masyarakat telah menjadi kekuatan nyata dalam mendorong pembangunan di daerah khususnya di Kabupaten Tulungagung.

Ucapan penghargaan juga disampaikan secara khusus kepada para tokoh pendidikan, guru, tenaga kependidikan, serta para pelajar. Menurutnya, peran mereka sangat vital dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, sekaligus membangun karakter dan peradaban yang kokoh bagi generasi penerus.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Hari Pendidikan Nasional harus menjadi momentum refleksi untuk meneguhkan kembali tekad serta menghidupkan semangat pendidikan nasional. Sementara itu, Hari Kebangkitan Nasional mengingatkan kita pada sejarah lahirnya organisasi Budi Utomo tahun 1908, yang menjadi tonggak kebangkitan pergerakan bangsa,” ujar Baharudin.

Lebih lanjut, ia menyoroti pergeseran tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Jika dulu tantangan berpusat pada kedaulatan wilayah, kini tantangan telah bergeser menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital yang semakin kompleks.

Menghadapi kondisi tersebut, Baharudin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu dan bekerja sama. Ia menekankan tiga langkah strategis yang harus dipegang teguh:

Pertama, menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, serta memegang teguh wawasan kebangsaan yang meliputi nilai religius, kemanusiaan, dan demokrasi.

Kedua, mengoptimalkan peran pendidikan, baik formal maupun nonformal. Pendidikan tidak hanya berfungsi mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga harus mampu membentuk individu yang berkarakter Pancasila, sejalan dengan visi Astadita yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Ketiga, menjaga potensi generasi muda sebagai tunas bangsa dengan semangat kebangkitan nasional, guna mewujudkan negara yang mandiri, serta mencapai tujuan bernegara yaitu masyarakat yang adil dan makmur.

Ia menegaskan bahwa jabatan adalah amanah, dan kinerja aparatur serta dukungan masyarakat sangat dibutuhkan karena pembangunan tidak bisa dilakukan sendirian.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya butuh tangan, pikiran, dan kerja keras Anda semua. Saya pastikan, setiap tetes keringat Anda yang dicurahkan demi kemajuan daerah ini akan menjadi amal ibadah,” tegasnya.

Ia juga berpesan agar seluruh pihak tidak sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan berkomitmen mewujudkan perubahan nyata yang bermanfaat bagi kemajuan Kabupaten Tulungagung ke depan. (Agus)

Komentar