Ruang Kelas Ambruk di SDN 1 Babadan, Kabid SD Dinas Pendidikan Tulungagung Sampaikan Hal ini

TULUNGAGUNG – Menindaklanjuti peristiwa robohnya ruang kelas di SDN 1 Babadan, Kecamatan Karangrejo, yang terjadi pada Senin 25/5/2026 kemarin, Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Dwi Teguh Prasetya, S.STP., M.M., meninjau langsung kondisi ruang kelas yang roboh di SDN 1 Babadan, Kecamatan Karangrejo. Selasa (26/5/2026).

Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kondisi lapangan sekaligus mematangkan rencana rekonstruksi gedung sekolah tersebut.

​Dalam keterangannya kepada Teraskata.com, Teguh menyatakan, peninjauan tersebut merupakan langkah cepat untuk mengidentifikasi kerusakan dan mengoordinasikan rencana pembangunan fisik yang dijadwalkan terealisasi pada tahun anggaran 2026.

​“Hasil peninjauan akan segera ditandaklanjuti melalui koordinasi bersama stakeholder terkait agar rencana pembangunan bisa berjalan sesuai harapan pada tahun 2026,” ujarnya.

​Ia menegaskan bahwa, rehabilitasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan bagian dari komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan representatif bagi para siswa.

​Sebagai langkah awal pascainsiden, pihak sekolah bersama warga akan melakukan pembersihan material reruntuhan secara mandiri. Aksi gotong royong ini sekaligus menjadi bentuk kesiapan sekolah sebelum proses pembangunan resmi dimulai.

​Meski salah satu ruang kelas mengalami kerusakan parah akibat ambruk, Dinas Pendidikan memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 1 Babadan tidak terganggu.

​Untuk sementara waktu, para siswa dialihkan ke ruang kelas lain yang dinilai masih aman dan layak pakai. Pemerintah daerah berharap renovasi total sekolah ini nantinya mampu meningkatkan mutu pendidikan serta mengembalikan optimisme masyarakat di Kabupaten Tulungagung.

​Di sisi lain, berdasarkan data yang dihimpun, Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung sebenarnya telah mengalokasikan anggaran hingga ratusan juta rupiah pada Tahun Anggaran (TA) 2025 lalu untuk program rehabilitasi dan pemeliharaan gedung di sekolah ini. Namun, alokasi anggaran tersebut diketahui tidak menyentuh area ruang kelas yang kini ambruk.

​Saat dikonfirmasi mengenai efektivitas dan detail pengalokasian anggaran tahun lalu tersebut, Teguh mengaku tidak mengetahui secara pasti mekanismenya.

​”Saya kurang tahu (terkait anggaran 2025), karena saat itu saya belum menjabat sebagai Kabid SD di Dinas Pendidikan Tulungagung,” pungkasnya. (Agus)

Komentar