Tiga Ruas Jalan Strategis di Tulungagung Dibangun, Target Selesai Awal Juli 2026  

TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah titik strategis. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung, Erwin Novianto, menargetkan proyek pengaspalan ruas jalan Gambiran–Besuki rampung dikerjakan pada Juni hingga awal Juli 2026 mendatang.

Target waktu tersebut disampaikan Erwin saat mendampingi Penjabat (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pengerjaan, Senin (25/5/2026).

Selain ruas Gambiran–Besuki sepanjang 762 meter, pemerintah juga tengah menggarap perbaikan dua ruas utama lainnya, yakni Jalan Wates–Mirigambar sepanjang 3.000 meter dan Jalan Jengglungharjo sepanjang 2.700 meter.

“Pengerjaan ruas jalan Gambiran–Besuki diperkirakan selesai pada bulan Juni atau paling lambat awal Juli,” ungkap Erwin di lokasi proyek.

Ia menambahkan, pembangunan dan perbaikan jalan ini memiliki peran sangat vital bagi konektivitas wilayah. Ke depannya, infrastruktur yang lebih baik diharapkan mampu melancarkan mobilitas warga sekaligus mempermudah arus distribusi barang dan jasa. Hal ini menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi lokal maupun aktivitas sosial masyarakat sehari-hari di wilayah Besuki dan sekitarnya.

“Dengan perbaikan jalan tersebut, diharapkan mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi di wilayah Besuki semakin lancar serta mampu mendukung pertumbuhan aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujar Erwin Novianto.

Sementara itu, dalam keterangannya Ahmad Baharudin menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah. Menurutnya, agenda pembangunan fisik tidak akan terhenti dan tetap berjalan sesuai perencanaan yang telah disusun, meskipun Kabupaten Tulungagung saat ini sedang menghadapi sejumlah dinamika dan persoalan.

“Pemerintah tetap melaksanakan tugasnya sesuai rencana yang telah disusun. Walaupun Kabupaten Tulungagung sedang menghadapi berbagai permasalahan, pembangunan tetap harus berjalan. Kami tidak boleh berhenti dan wajib melayani kebutuhan masyarakat,” tegas Ahmad Baharudin.

Ia juga meminta pengertian serta kesabaran masyarakat mengingat setiap tahapan pembangunan memerlukan proses administrasi dan pemenuhan regulasi yang ketat. Hal ini mutlak diperlukan agar hasil pekerjaan sah secara hukum, terukur kualitasnya, dan bebas dari masalah di kemudian hari.

“Segala sesuatu memerlukan regulasi dan administrasi yang lengkap untuk dilaksanakan. Kegiatan ini harus dikerjakan dengan aturan dan administrasi yang benar, agar hasilnya sah secara hukum dan berkualitas secara teknis,” jelasnya.

Selain ketiga ruas jalan tersebut, Ahmad Baharudin mengungkapkan perbaikan jalan juga menyasar wilayah lain seperti Desa Wates Kecamatan Sumbergempol, Mirigambar, dan Tumpak Mergo Kecamatan Tanggunggunung. Berbagai titik tersebut kini sedang dalam progres pengerjaan.

Di tengah pelaksanaan proyek, muncul aspirasi warga yang meminta perhatian lebih terhadap mutu pengaspalan agar hasilnya benar-benar awet dan maksimal. Menanggapi hal itu, Ahmad Baharudin mengajak warga tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktif terlibat mengawasi setiap tahapan pekerjaan yang dibiayai dari uang rakyat.

“Saya berharap masyarakat bersabar dan sekaligus ikut mengawasi. Pelaksanaan teknis tentu sudah mengacu pada standar perencanaan dan teori infrastruktur yang berlaku. Pihak pengawas internal dan pelaksana sudah bertugas, namun masyarakat juga berhak dan berkewajiban memberikan masukan maupun kritik jika ada hal yang kurang tepat,” ujarnya.

Menurut Ahmad Baharudin, rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas umum sangat diperlukan. Pengawasan publik menjadi jaminan tambahan agar spesifikasi teknis terpenuhi dan kualitas jalan terjaga baik dalam jangka panjang.

“Jalan ini adalah milik kita bersama. Jika masyarakat merasa memiliki, maka masyarakat pun akan ikut memelihara dan mengawasi agar pengerjaannya benar, kuat, dan awet digunakan dalam jangka waktu panjang,” pungkasnya. (Agus)

Komentar