Teraskata.com, Magetan – Pelatihan pengolahan pembuatan pupuk berjenis Tricoderma yang diadakan Pemerintah Desa Pingkuk Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan pada tanggal 25-01-2024.
Bersama kelompok tani dengan PPL setempat sebagai narasumber melalui pendampingan dari pegawai DTPHPKP (Dinas Tanaman Pangan Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan), merupakan kegiatan pelatihan dalam rangka memberikan edukasi mengenai pembuatan pupuk alternatif.
Pelatihan yang diikuti oleh 40 orang perwakilan masyarakat dari kelompok tani tersebut juga merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pembuatan pupuk trichoderma, dengan tujuan bisa memberikan wawasan serta meningkatkan pemahaman mengenai pemanfaatan produk pupuk ramah lingkungan yang memiliki tingkat proses kesuburan lebih cepat kedepannya.

Ajis Santoso, Kepala Desa Pingkuk dalam pertemuan pada Kamis (1/2/2024) menjabarkan bahwasanya mengenai pelatihan yang dilaksanakan Minggu kemarin (25/1/2024) pelaksanaan pelatihan ada dua tahap.
Yaitu cara pengembang biakan trichoderma (sejenis jamur), dan cara pengaplikasian trichoderma pada pupuk kandang. Dalam hal ini sebagai langkah alternatif agar masyarakat tidak tergantung pada pupuk pabrikan atau kimia.
“Dalam pelatihan pembuatan pupuk tersebut memang sangat bermanfaat dan membantu petani, sebagai salah satu terobosan dalam peningkatan hasil panen, dengan memanfaatkan bahan bahan yang banyak tersedia di lingkungan sekitar”,kata Ajis Santoso kepada awak Teraskata.
“Apalagi dilingkungan banyak bahan-bahan kompos, termasuk kotoran kambing, kotoran lembu, kotoran ayam yang bisa di jadikan pupuk, tapi dengan mekanisme pengolahan dulu”, sambungnya.
Kepala Desa Pingkuk juga menjelaskan mengenai pelatihan pembuatan pupuk trichoderma, kegiatannya menggunakan alat dan bahan antara lain pupuk kandang (kompos) 100 kg, dedak 10, EMA pertanian (cair organik), tetes 1 botol, dolomit 5, terpal, sekrup atau cangkul, gembor, dan ember.
“Sistem pengolahannya pupuk kandang atau kompos dicampur dengan dedak sambil ditambahkan air agar kondisinya memal. Setelah tercampur rata dan kondisi memal, kemudian ditambahkan dengan cair organik
dan dicampur kembali. Selanjutnya campuran tersebut ditutup dengan terpal dan ditempatkan pada tempat yang teduh serta terhindar dari sinar matahari selama 2 minggu, sebagai hasil proses fermentasi”,urainya menjelaskan.
Di akhir penjelasan, Ajis Santoso menyampaikan harapan bahwasanya dalam memberikan terobosan-terobosan terkait edukasi bidang pertanian yang dilaksanakan melalui pelatihan dalam pengolahan pupuk trichoderma, diharapkan akan mampu memberikan kontribusi pada peningkatan hasil pertanian serta memberikan imbas positif yang nyata pada sektor ekonomi masyarakatnya. (wn)









Komentar