Meski secara resmi belum masuk sebagai peninggalan atau benda cagar budaya, jembatan tersebut saat ini telah masuk datanya ke pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri serta Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur.
” Jadi di sepanjang perjalanan seperti di mirip di hutan belantara, ada juga terdapat tebing-tebing padas dengan relief yang menarik. Dan akan selesai nanti, akan ada terowongan jembatan yang sudah ada sejak zaman Belanda dibangun pada tahun 1882, dan kami masih mempertahankan keberadaannya,”imbuhnya.
Terakhir, Pria yang sekaligus menjabat sebagai perangkat Desa Keling menambahkan, ia berharap ke depannya River Tubing bisa menjadi salah satu alternatif tempat wisata yang banyak diketahui oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Ia tak lupa menghimbau para wisatawan yang turun sungai agar berhati-hati.
“Kami meminta pengunjung berhati-hati dalam perjalanan, karena jarak 2,5 kilometer itu tidak pendek. Jadi sebelum berwisata, pengunjung bisa mengecek kebugaran dan kesehatan fisiknya terlebih dahulu guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.”ungkapnya. (Mad).










Komentar