Tulungagung,Teraskata.com – Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung mendapatkan anggaran DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) tahun 2025 sebesar Rp. 9,7 miliar yang akan dibagikan kepada 9700 penerima manfaat.
Pembagian dana DBHCHT tersebut akan dilaksanakan dengan empat kategori penerima manfaat, yaitu:
1. Petani tembakau, sebagai salah satu komoditas utama di Tulungagung, untuk mendukung meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.
2. Petani cengkeh, untuk membantu mereka dalam pengembangan usaha dan peningkatan hasil panen.
3. Buruh pabrik rokok, untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka, mengingat peran penting mereka dalam industri tersebut, serta
4. Masyarakat miskin ekstrim, yang merupakan keluarga-keluarga yang berada dalam kategori miskin ekstrim, guna membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar dan memperbaiki kualitas hidup.
Hal ini disampaikan Plt Kadinsos Tulungagung, Sumarji Kuswantoro, S.Pd., M.M., saat memberikan keterangannya pada Senin, (10/11/2025).
“Alokasi dana bagi hasil cukai tembakau akan diterimakan penerima manfaat 4 kategori. Yang pertama, petani tembakau. Yang kedua, petani cengkeh. Yang ketiga, buruh pabrik rokok. Dan yang keempat, yaitu saudara saudara kita ( warga) masih dalam kategori miskin ekstrim,” tuturnya.
Lanjut Sumarji, Dinsos Tulungagung juga berkomitmen untuk mengelola anggaran DBHCHT 2025 secara transparan dan tepat sasaran guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan melibatkan berbagai stakeholder terkait untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi penerima manfaat.
“Transparansi dan tepat sasaran kepada penerima, akan sangat membantu dalam meringankan beban masyarakat yang membutuhkan terutama dalam situasi seperti sekarang ini,” terang Sumarji.
Pihaknya berharap, dengan adanya bantuan tersebut, nantinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan para penerima manfaat terutama yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.
“Kami berharap alokasi dana ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor pertanian dan industri terkait tembakau. Ini adalah langkah nyata dalam mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat.” pungkasnya. (Agus)








Komentar