Berkenaan adanya dugaan ajang prostitusi tersebut, dirinya mengharapkan, agar ada tindakan tegas dari pemerintah dikarenakan sudah meresahkan warga sekitar.
” Warga sudah geram, dan sejumlah tokoh masyarakat disini kini sedang mencari solusi terbaik,” paparnya.
Hal senada juga diutarakan oleh saksi kedua, Katemo, salah satu penjual makanan disekitar lokasi Rumah Kos, mengatakan, dirinya sangat menyayangkan keberadaan hunian rumah kos yang diduga sebagai ajang prostitusi terlebih jaraknya dekat dengan rumah ibadah umat muslim.
” Masalahnya itu dekat dengan Musala yang merupakan tempat Ibadah, apalagi jika sering dilalui oleh masyarakat yang berbuat tidak senonoh maka kurang pas, ” tutur Katemo.
Menurutnya, pengunjung yang datang kebanyakan menaiki kendaraan sepeda motor dengan segala usia baik yang telah berkeluarga, maupun pelajar yang merupakan pendatang bukan warga sekitar. Sejatinya dengan keberadaan rumah kos yang di sinyalir untuk berbuat prostitusi dirinya sangat tidak menghendaki karena akan berdampak kepada kondisi warga sekitar.
” Setahu saya setiap hari sering kali pengunjung tampilannya berbeda beda dan keluar masuk rumah kos. Satpol PP sudah sering kesini namun tidak membuat efek jera si pemilik, ” tegasnya.
Sementara itu, saksi ketiga berinisial S, menjelaskan, dirinya dan masyarakat merasa resah dengan adanya dugaan praktek prostitusi di rumah kos, dilakukan oleh oknum warga yang rentan usianya masih muda. Bahkan bila momen akhir pekan atau tanggal merah pengunjung yang datang mengalami kenaikan.










Komentar