Libatkan 32 Puskesmas, Capaian BIAN di Tulungagung Masuk Peringkat 12 Besar Se -Jawa Timur

Dengan capaian tersebut dr.Kasil berharap semakin diperbaiki agar vaksinasi BIAN bisa memenuhi seluruh sasaran hingga mencapai 100 persen.

“Meski ditingkat Kabupaten sudah sesuai target, akan tetapi ditingkat desa masih ada beberapa yang belum 100 persen, dan itu perlu ditingkatkan lagi. Tentunya ini tidak lepas dari kerja keras seluruh sektor mulai dari petugas Dinkes Tulungagung, Puskesmas, Pemdes hingga Forkopimcam,” tuturnya.

Lebih lanjut disampaikan dr kasil, dengan adanya capaian yang kurang maksimal ditingkat desa, pihaknya tidak menginginkan jika di desa atau Kelurahan tersebut justru menjadi pencetus dari penyakit yang biasa menjangkiti balita.

“Maka dari itu kami akan terus melakukan penyisiran pada desa-desa tersebut agar capaian BIAN bisa 100 persen,” kata dr. Kasil.

“Dari 257 desa di Kabupaten Tulungagung, masih ada 36 desa yang belum memenuhi target. Hal ini dikarenakan ada beberapa faktor seperti belum sepenuhnya memahami pentingnya vaksinasi, belum memiliki kesempatan untuk melakukan vaksinasi, atau bahkan berhalangan hadir untuk melakukan vaksinasi lantaran sakit. Untuk itu kita akan melakukan sweeping di 36 desa itu agar semua sasaran kami bisa terjangkau vaksinasi,” tandasnya.

Menyikapi hal tersebut Kadinkes Tulungagung menargetkan pada 30 September 2022 untuk menyelesaikan vaksinasi di 36 desa tersebut.

“Namun apabila nantinya masih juga belum terpenuhi, maka kami akan menunggu kebijakan dari pemerintah pusat terkait apakah boleh dihentikan atau tetap melanjutkan vaksinasi,” ujar dr. Kasil.

“Sebenarnya pemerintah pusat sendiri mentargetkan agar BIAN selesai per 1 September 2022. Berhubung untuk Kabupaten lain di Jawa Timur juga masih banyak yang baru mencapai 50 persen, maka kebijakan diperpanjang sampai akhir September. Untuk itu kami perlu edaran dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi untuk memperpanjang BIAN,” pungkasnya.(Agus)

Komentar