Pakar Bahasa Indonesia lulusan Universitas Negeri Malang ini menyebut, peserta kegiatan tersebut didukung oleh anak-anak fashion berjumlah 180 anak dari siswa kelas IX, kelas VII, dan kelas VII, dan juga didukung oleh anak-anak kami kelas VII da kelas VIII, yang melakukan pembuatan dan penggunaan batik yang sekarang sudah terpakai 600 siswa .
“Untuk itu, program pembuatan batik ciprat Arsiduta ini layak di Lounching sebagai seragam khas SMP Negeri 1 Kedungwaru, ” pungkasnya.
Acara tersebut turut dihadiri kepala OPD terkait, Ketua Hari Jadi Kabupaten Tulungagung,
Kepala Dinas Pendidikan beserta jajaran, Kepala SMP Negeri se-Kabupaten Tulungagung, para guru beserta jajaran dan siswa siswi SMP Negeri 1 Kedungwaru. (Agus)









Komentar