Tulungagung Cetak Sejarah, Jadi Tuan Rumah Perdana Kejurprov Woodball Jatim 2026

TULUNGAGUNG – Kabupaten Tulungagung resmi mencatatkan sejarah baru dalam dunia olahraga Jawa Timur. Untuk pertama kalinya, Bumi Gayatri ini dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) cabang olahraga Woodball yang dipusatkan di Lapangan Pojok Jaya, Desa Pojok, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.

​Perhelatan bergengsi ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, SM., MM., pada Sabtu (4/4/2026) pagi. Pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran pengurus Woodball lintas daerah, ratusan atlet, serta tokoh masyarakat setempat.

​Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan Pengprov Woodball Jatim memilih Tulungagung sebagai lokasi penyelenggaraan perdana.

​”Kejurprov ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum penting untuk memasyarakatkan Woodball di Tulungagung. Kami berharap dari sini lahir bibit-bibit atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional hingga internasional,” ujar Ahmad Baharudin di hadapan para kontingen.

​Pemilihan Lapangan Pojok Jaya sebagai venue utama dinilai sangat tepat. Selain memiliki infrastruktur yang memadai untuk standar pertandingan provinsi, kehadiran ratusan tamu dari luar kota ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal di wilayah Kecamatan Ngantru.

​Kejuaraan tahun ini diikuti oleh sekitar 400 peserta yang berasal dari 23 Kabupaten/Kota di seluruh Jawa Timur.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tulungagung, Achmad Mugiyono, S.STP., M.M., menegaskan bahwa sebagai tuan rumah, pihaknya mengusung misi ganda yakni, memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar, sportif, dan memberikan kenyamanan bagi kontingen tamu, serta menargetkan tim Woodball tuan rumah mampu meraih podium tertinggi dan menunjukkan kualitas pembinaan atlet lokal yang kompetitif.

​Woodball merupakan olahraga yang memiliki kemiripan dengan golf, namun menggunakan palu kayu (mallet) dan bola kayu. Tujuan utamanya adalah memasukkan bola ke dalam gawang kecil (gate) dengan jumlah pukulan sesedikit mungkin.

​”Ajang ini sekaligus menjadi tolok ukur efektivitas pembinaan atlet di masing-masing daerah setelah sekian lama berlatih. Semangat sportivitas diharapkan terus terjaga hingga babak final berakhir, memperkuat posisi Tulungagung sebagai daerah yang berkomitmen tinggi pada pengembangan sektor olahraga di Jawa Timur,” pungkasnya. (Agus)

Komentar