Saat itu suami kakak perempuannya juga tidak ada dirumah karena masih bekerja. Kemudian, sekira pukul 23.00 WIB keduanya selesai membuat kue lebaran. Tidak lama kemudian pelaku FYS yang merupakan adik kandung dari suami kakak perempuan korban datang ke rumah kakaknya tersebut dan bertemu dengan korban.
Waktu itu pelaku sempat menanyai ke korban “kok tumben tidur di sini?, lalu di jawab oleh korban ” kalau pulang kemaleman”. Selanjutnya korban dan kakaknya yang selesai membuat kue beristirahat.
“Kakak perempuan korban tidur di kamarnya, sedangkan korban tidur di kasur bulu yang berada di samping ruang tamu bersama anak kakaknya. Namun tak selang lama anak dari kakaknya menyusul kekamar ibunya sedangkan korban tetap tidur di samping ruang tamu,” sambungnya.
Selanjutnya, pelaku yang duduk di ruang tamu yang mengetahui korban tidur dalam posisi miring tiba – tiba mendekat di samping korban yang saat itu lampu ruang tamu dalam keadaan mati.
Kemudian kedua tangan pelaku memegang payudara korban.
“Meski sempat berteriak, namun mulut korban justru dibungkam dan dicekik leher oleh pelaku sambil diancam tidak boleh memberitahukannya kepada kakak dan suaminya,” lanjut Anshori.
Tidak berhenti disitu saja, pelaku yang semakin bernafsu kepada korban juga melepas rok korban.
“Namun aksi pelaku berhenti setelah mendengar kakaknya pulang dari kerja. Tak mau perbuatannya diketahui kakaknya, pelaku berpura – pura duduk di sofa dan kemudian korban tidur di ruang tamu,” sambungnya.









Komentar