Lanjutnya, untuk kebutuhan madu trigona, pihaknya setidaknya membutuhkan 10 hingga 20 ton setiap bulannya. Tetapi untuk tahap awal akan mengimpor 5 hingga 15 ton madu lanceng dari Indonesia.
” Jumlah ini akan terus bertambah sesuai kebutuhan pasar Eropa, ” ungkapnya.
Sementara itu Direktur PT MIB, Hendra, mengatakan bahwa pandemi covid-19 telah melandai, ini menjadi peluang baginya untuk melakukan ekspor madu ke luar negeri.
Diakuinya, banyak pesanan madu dari Eropa dalam jumlah banyak. Sehingga mereka berencana untuk menambah dan memperluas kemitraan dengan masyarakat untuk menjadi peternak lebah trigona
“Saat ini, permintaan ekspor ke Eropa cukup tinggi. Untuk itu, kami akan memperluas kemitraan dengan masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia. Karena madu lebah trugona merupakan peluang menjanjikan di Eropa,” tutupnya. (Mad).










Komentar