TULUNGAGUNG – Pemerintah Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kota Tulungagung, menyelenggarakan tradisi tahunan “Bersih Kelurahan” yang dipusatkan di Aula Kelurahan setempat pada Rabu (29/4/2026).
Kegiatan yang diisi dengan doa bersama dan tumpengan ini ditujukan sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan koordinasi antara pemerintah dan masyarakat.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Kota Tulungagung, di antaranya, Camat, Kapolsek, Danramil Kota Tulungagung, Kepala Kelurahan Kepatihan, Rio Hendrawan, tokoh masyarakat, tokoh agama, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan seluruh Ketua RT/RW se-Kelurahan Kepatihan.
Kehadiran lintas unsur ini menegaskan komitmen kolaboratif dalam menjaga stabilitas dan harmoni di wilayah Kelurahan Kepatihan.
Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan surat Yasin dan Tahlil sebagai bentuk syukur atas keselamatan wilayah.
Kepala Kelurahan Kepatihan, Rio Hendrawan, menyatakan bahwa agenda ini merupakan momentum refleksi untuk menjaga kearifan lokal serta meningkatkan kepedulian sosial warga.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkuat rasa kebersamaan dan menjaga tradisi leluhur. Ini juga menjadi sarana mempererat hubungan fungsional antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Rio dalam sambutannya.
Selain aspek budaya, Rio menekankan bahwa “Bersih Kelurahan” memiliki dimensi sosial dalam mendorong partisipasi aktif warga pada pembangunan tingkat lokal. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk mengimplementasikan semangat “JOGO Tulungagung”.
Ia menginstruksikan pentingnya menjaga ketenteraman dan ketertiban umum (Trantibum) sebagai fondasi utama lingkungan yang kondusif.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Sinergi ini harus terus diperkuat demi Tulungagung yang lebih baik,” pungkasnya.
Kegiatan ini menutup rangkaian seremonial dengan tradisi tumpengan sebagai simbol gotong royong, menandai keberlanjutan tradisi lokal di tengah dinamika perkembangan zaman. (Agus)







Komentar