“Kalau dulu orang membuat keris, atau seorang empu yang ahli membuat senjata, itu harus dengan melalui cara tapa brata terlebih dulu ,” kata Maryoto
“Dengan adanya pameran keris ini, kita harapkan bagi kaum milenial lebih memperhatikan dan ikut nguri – nguri atau melestarikan budaya leluhur kita terdahulu,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga berpesan kepada para peserta atau pengunjung pameran agar tetap menerapkan protokol kesehatan agar terhindar virus covid – 19.

Ditempat yang sama, ketua Komunitas Bhinneka Tunggal Ika, Dio Jordy Alvian, mengatakan, dalam acara pameran keris kali ini diikuti sekitar 19 kolektor keris yang ada di Tulungagung. Sedangkan untuk peserta yang mengikuti bursa keris ada sekitar 12 peserta, 10 diantaranya berasal dari luar kota dan peserta UMKM non keris ada 8 peserta.
“Untuk keris yang dibursakan itu dijual belikan atau istilahnya mahar, sedangkan untuk keris yang dipamerkan tidak diperjual belikan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Putra mantan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo ini menjelaskan, selain bertujuan Melestarikan Warisan Budaya Di Kala Pandemi, Bursa dan Pameran Keris Tosan Aji ini bisa senantiasa menjadi pemacu dalam menggalang persaudaraan, persatuan dan kerukunan.
“Saya berharap dengan adanya acara seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi anak muda yang selama ini menganggap keris itu kuno ataupun angker. Padahal kita ketahui bahwa keris adalah sebuah maha karya dari para leluhur kita dan sudah diakui oleh UNESCO,” ungkap Dio.





Komentar