Selaku instruktur pihaknya berharap, para peserta yang telah lulus pelatihan untuk terus mengembangkan kompetensinya supaya berguna, sebagai mana diketahui telah beberapa lulusan yang sudah dapat sertifikat bisa melanjutkan kompetensinya sampai ke luar negeri diantaranya ke negara Jepang.
“Kalau di Jepang saja diterima, berarti sertifikat itu kan laku,” kata Roni.
“Kemudian dari BLK Disnakertrans Kabupaten Tulungagung sendiri bisa menyediakan wadah, setelah ini selesai alangkah baiknya bisa diwadahi oleh Disnakertrans kemudian disalurkan itu akan lebih baik,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan las, Sandro Dwi Cahyono, (20) mengaku sangat senang dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan program kejuruan las yang diselenggarakan oleh Disnakertrans Tulungagung.
Menurutnya, ini adalah pengalaman pertama kalinya mengikuti pelatihan las. Benar-benar pengalaman perdana dan sangat bermanfaat baginya dan juga semua peserta pelatihan.
Dikatakannya, untuk orang awam seperti dirinya, mengelas menjadi tantangan tersendiri. Dengan mengikuti pelatihan membuat dirinya mendapatkan ilmu dan teknik baru dalam bidang las.
“Melalui pelatihan ini, ilmu dan wawasan saya tentang teknik las semakin bertambah. Mulai dari teknik dasar hingga kompeten.
Melalui bimbingan instruktur yang kompeten dapat menyampaikan materi dengan baik sehingga kami dapat menyerap materi dan bisa cepat mempraktekan dengan baik,” ujarnya. (Agus)









Komentar