Lestarikan Kesenian Tari Reyog Kendang Tulungagung, Ini Langkah Kongkrit SMP Negeri 1 Kedungwaru

Dalam kesempatan tersebut Rahadi juga menyampaikan bahwa, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah salah satu ciri diimplementasikannya kurikulum merdeka, yang mana dalam kurikulum merdeka tersebut terjadi pengurangan materi pelajaran yang cukup signifikan hingga 35 persen.

Namun demikian lanjut Rahadi, dalam kurikulum merdeka juga memberikan kemerdekaan kepada satuan pendidikan untuk menentukan sendiri materi ajar, dan pemerintah hanya menentukan capaian pembelajarannya, seperti dalam perubahan paradigma pendidikan yang digulirkan oleh Menteri Pendidikan yang salah satunya melalui kurikulum merdeka.

“Dalam kurikulum merdeka, mengisyaratkan bahwa pendidikan tidak sekedar memberikan ilmu pengetahuan yang mana selama ini dilakukan, tetapi lebih dari itu, secara umum pendidik Indonesia diarahkan untuk membentuk profil pelajar Pancasila.
Jadi profil pelajar Pancasila itu menjadi puncaknya implementasi kurikulum merdeka,” jelas Rahadi.

“Sehingga penguatan untuk kesenian Reyog Kendang di SMP Negeri 1 Kedungwaru nanti prosesnya akan melibatkan anak-anak didik untuk saling berinteraksi yang diharapkan bisa menuju kebaikan, sehingga Kesenian Reyog Kendang ini bisa menjadi tim di dalam lembaga pendidikan, yang nantinya diharapkan menjadi karakternya anak-anak,” tuturnya.

Selain itu, sebagai wujud nyata dalam pelestarian kesenian Reyog Kendang, Kadindikpora Kabupaten Tulungagung menyampaikan bahwa, pihaknya juga akan menggelar lomba Reyog Kendang di tingkat satuan pendidikan dari jenjang SD sampai SMP.

“Jadi langkah kongrit kami untuk mengakomodir dari seluruh kesenian Reyog Kendang yang ada di satuan-satuan pendidikan di Kabupaten Tulungagung, itu nanti akan kita lakukan lomba Reyog Kendang di tingkat satuan pendidikan dari jenjang SD sampai SMP sebelum bulan Mei 2023,” ujarnya.

“Pesan kami kepada seluruh peserta didik di satuan pendidikan khususnya SMP, untuk selalu terus memperbanyak aktifitas untuk peningkatan kompetensi dari seluruh siswa siswi, sehingga dengan peningkatan kompetensi ini otomatis kegiatan semakin banyak dan akhirnya untuk hal hal yang negatif itu bisa terkurangi,” pungkasnya.

kegiatan Coaching Clinic Fasilitator P5 SMP Negeri 1 Kedungwaru yang diawali dengan penampilan Reyog Kendang oleh sanggar Dhodhog Sadjiwo Jati, secara resmi dibuka kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, yang ditandai dengan pemukulan Reyog Kendang, dilanjutkan dengan pemberian cinderamata dari Sanggar Dhodhog Sadjiwo Jati kepada Kepala Dinas, serta pemaparan oleh narasumber dari Sanggar Dhodhog Sadjiwo jati, Ny. Yuyun Handayani kepada calon Fasilitator P5 SMP Negeri 1 Kedungwaru. (Agus)

Komentar