Menurutnya, dalam struktur ekonomi Kabupaten Tulungagung tahun 2023, sektor Industri Pengolahan memberi kontribusi paling besar yaitu mencapai 30%. Sementara kontribusi terbesar kedua adalah Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 27% dan terbesar ketiga adalah Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 24%.
“Jika ketiga sektor ini didorong peningkatan produktifitasnya, maka akan menggerakkan ekonomi dan memberikan dampak ikutan (multiplier effect) yang cukup besar,” ujarnya .
“Selain itu, Angka PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Kabupaten Tulungagung mengalami kenaikan, yaitu dari 44,13 Trilyun Rupiah pada tahun 2022 menjadi sebesar 47,96 Trilyun Rupiah pada tahun 2023, atau naik sebesar 3.,83 Trilyun Rupiah,” ungkap Heru Suseno.
Indikator ke tiga, Tingkat Kemiskinan, dari sebesar 6,71% pada tahun 2022 menjadi sebesar 6,53% pada tahun 2023, atau turun sebesar 0,18%.
Menurut Pj. Bupati Heru Suseno, angka kemiskinan ini berada dibawah angka kemiskinan nasional yaitu 9,36% dan provinsi Jawa Timur sebesar 10,35%.
“Sejalan dengan penurunan kemiskinan makro, tahun 2022 dan 2023 BPS mencatat tingkat kemiskinan ekstrem Kabupaten Tulungagung adalah 0%., ” ungkapnya.
Indikator ke empat, adalah Persentase Desa/Kelurahan yang mendapatkan layanan Infrastruktur dasar dan lingkungan berkualitas, yang mencakup akses jalan, air minum, sanitasi, perumahan dan persampahan.










Komentar