Dengan kembalinya Pusaka Tombak Kiai Upas ke pendopo kanjengan, menurut Heru Suseno, mempunyai makna bahwa pusaka Kabupaten Tulungagung sudah kembali ke lokasi seperti semula, sehingga selain untuk membersihkan bilah Tombak Kiai Upas, diharapakan ke depan menjadi salah satu agenda kalender wisata di Tulungagung.
“Kedepannya, untuk merealisasikan upacara adat ini dijadikan sebagai wisata budaya, itu harus dikemas dalam bentuk pertunjukan yang menarik. Namun demikian disisi lain ada yang masih meyakini sakralitasnya sehingga kita lakukan prosesi sesuai dengan yang dilakukan oleh pendahulu – pendahulu yang terdahulu, jangan sampai kita salah kedepannya,” tutur Pj. Bupati Tulungagung.
“Dan semoga kedepannya bisa mulai dibuka dan dipertontonkan sebagai kalender wisata, tanpa mengubah prosesi,” pungkasnya.
Acara tersebut diakhiri dengan selamatan bersama dengan menyajikan 30 sampai 40 buah ambeng oleh keluarga kanjengan dan masyarakat setempat sekaligus ditandai dengan pembagian makanan bubur suro kepada mereka yang hadir dalam prosesi jamasan.
Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Tulungagung beserta jajaran Forkopimda, Sekdakab Tulungagung, sejumlah Kepala OPD serta para Camat, Toga, Tomas dan tokoh budaya yang ada di Tulungagung. (Agus)








Komentar