Tiket Terintegrasi Dongkrak Wisatawan Watu Ulo-Papuma Hingga 4 Kali Lipat pada Lebaran 2026

​JEMBER – Kebijakan tiket terintegrasi yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Jember membuahkan hasil manis. Destinasi pantai unggulan, Pantai Watu Ulo dan Tanjung Papuma, mencatatkan lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan selama periode libur Lebaran, 21–29 Maret 2026.

​Berdasarkan data Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember, total kunjungan dalam sembilan hari tersebut menembus angka 57.806 orang. Capaian ini melonjak lebih dari empat kali lipat dibandingkan periode Lebaran 2025 yang hanya mencatatkan 14.357 wisatawan.

​Kepala Disporabudpar Jember, Bobby Arie Sandy, menjelaskan bahwa skema tiket seharga Rp12.500 per orang menjadi magnet utama. Dengan satu tiket, wisatawan kini dapat mengakses dua pantai sekaligus secara lebih efisien.

​”Langkah ini merupakan respons positif atas keluhan sistem tiket lama yang dinilai mahal. Kami ingin mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir melalui penguatan UMKM dan pemberdayaan warga lokal,” ujar Bobby, Senin (30/3/2026).

​Data harian menunjukkan tren kenaikan yang konsisten sejak awal periode libur yakni pada (21-22 Maret), dimulai dari 1.079 orang dan meningkat ke 3.742 orang.

​Tengah Pekan (23-27 Maret), stabil di angka 6.100 hingga 6.800 pengunjung per hari.

​Sementara itu puncak kunjungan terjadi pada (28 Maret), mencapai angka tertinggi sebesar 9.148 wisatawan, dan di periode penutup liburan pada (29 Maret), sedikit melandai di angka 8.016 wisatawan.

​Menariknya, performa kunjungan selama sembilan hari di bulan Maret ini berhasil melampaui total kunjungan sepanjang bulan Januari 2026 yang tercatat sebesar 50.665 orang.

​Bobby optimistis bahwa dengan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata, dampak ekonomi dari lonjakan ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Penataan sistem tiket ini diharapkan menjadi standar baru pengelolaan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Jember. (Wiwik)

Komentar